Kisah KamiOur Story
Sebuah kisah yang ditakdirkanSomething meant to be
Kami bertemu semasa SMA di Bali — dua orang yang tumbuh bersama di tanah yang sama. Fanny-lah yang lebih dulu melangkah.We met in high school in Bali — two people who grew up together on the same island. It was Fanny who made the first move.
Tahun demi tahun kami lalui berdampingan, hingga kini menapaki hidup dan bekerja di Melbourne, perlahan membangun masa depan bersama.Year after year we stayed side by side, until today — building a life and working in Melbourne, slowly making a future together.
Lamaran itu sederhana, sebagaimana Fanny apa adanya: sebuah pertanyaan tenang selepas makan malam. Tak ada yang berlebihan — hanya kepastian.The proposal was simple, just as Fanny is: a quiet question after dinner. Nothing grand — only certainty.
